Jalak Bali
credit : https://steemit.com/

Indonesia menjadi salah satu negara terbesar di dunia yang memiliki kekayaan alam yang melimpah dengan beragam keanekaragaman flora dan faunanya. Tak heran jika Indonesia dikenal sebagai “The Lost World of Asia,” berbagai kepulauan di Indonesia telah menyelamatkan berbagai hewan langka yang tidak bisa kamu temukan di belahan dunia mana pun.

Iya, Indonesia memang mendapat julukan itu. Sayangnya, hewan-hewan asli tanah air justru semakin langkah dan memprihatinkan, bahkan ada yang dinyatakan akan punah dalam waktu dekat.

Berikut adalah tujuh hewan langkah yang hidup di Indonesia

1. Kerbau Anoa

Kerbau Anoa
credit : https://www.inibaru.id/

Kerbau Anoa atau yang biasa disebut kerbau kerdil ini merupakan hewan asli Indonesia yang penyebarannya berada di Gorontalo, Sulawesi, dan Pulau Buton. Hewan ini populasinya semakin memprihatinkan karena maraknya perburuan untuk bahan konsumsi oleh masyarakat sekitar serta terjadinya deforestasi atau berkurangnya luas hutan. Sementara berkembangbiaknya Anoa membutuhkan waktu kehamilan 9 sampai 10 bulan.

2. Babirusa

Babirusa
credit : https://www.worldatlas.com/

Di Indonesia, tepatnya di Sulawesi dan pulau-pulau sekitarnya seperti Pulau Togian, Sula, Buru, Malenge, dan Maluku terdapat satwa endemik yang keberadaannya mulai langka. Fauna ini adalah Babirusa. Dinamakan babirusa karena memiliki ciri khas pada bentuk tubuh yang menyerupai babi, namun memiliki taring panjang pada moncongnya. Babirusa dikategorikan sebagai satwa yang beresiko tinggi mengalami kepunahan. Selain karena perburuan liar, serta berkurangnya luas hutan, juga karena diakibatkan penyakit cacing (helmintiasis). Sementara, untuk berkembangbiak, babirusa membutuhkan waktu 161 hari kehamilan dengan rata-rata melahirkan 2 anak.

3. Komodo

Komodo
credit : https://jatimnet.com/

Salah satu hewan asli Indonesia yang populer sampai ke luar negeri ini merupakan hewan langkah. Populasi hewan purba Komodo di Pulau Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), saat ini mencapai 1.500-an ekor. Kadal raksasa ini terus tumbuh stabil di habitat aslinya. Nah! Nantinya, untuk masuk kawasan Pulau Komodo akan diberikan kartu anggota premium, jika yang gak punya gak bisa masuk. Hal ini karena untuk mengantisipasi wisatawan nakal.

4. Jalak Bali

Jalak Bali
credit : https://steemit.com/

Lembaga Konservasi Dunia (IUCN), menempatkan burung jalak bali dalam kategori “kritis”. Populasi terus menurun akibat perburuan dan penyusutan habitat. Burung Jalak Bali memiliki ciri tersendiri, yaitu warna bulu di dominasi putih, matanya coklat tua dan memiliki jambul di kepalanya. Kecantikan burung ini, (meskipun burung Jalak Bali jenis kelaminnya laki-laki tetap aja dibilang cantik) membuat banyak orang kesemsem memilikinya meski harga yang ditawarkan sangat tinggi.

5. Badak Bercula Satu

Badak Bercula Satu
credit : https://centralnews.co.id/

Badak Bercula Satu atau badak jawa, kondisi populasinya sangat memperihatinkan. Tahun 2018, populasi badak jawa tercatat 68 ekor. Badak ini terdaftar dalam Apendiks I, Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) (spesies yang dilarang untuk perdagangan komersial internasional karena sangat rentan terhadap kepunahan), sebagai jenis yang jumlahnya sangat sedikit di alam dan dikhawatirkan akan punah.

6. Orang Utan

Orang Utan
credit : https://www.idntimes.com/

Si monyet besar habitatnya semakin terusik, kawanannya semakin menggelitik. Orang Utan tak lagi bisa hidup nyaman karena habitatnya dirampas untuk kepentingan manusia. Status kritis atau critically endangered ini ditetapkan oleh International Union for Conservation of Nature, Sumatera telah lebih dulu menyandang status ini. Jika terus-terusan seperti ini, tak dapat dipungkiri, Orang Utan akan menjadi cerita dongeng anak cucu kita nanti.

7. Kucing Merah

Kucing Merah
credit : http://www.jenisfloraindonesia.web.id/

Kucing merah memiliki nama lain Pardofelis Badia, atau yang dikenal juga sebagai kucing borneo dan kucing batu kalimantan. Kucing merah termasuk salah satu spesies kucing liar yang ada di pedalaman Kalimantan. Kucing Merah memiliki ukuran tubuh lebih kecil daripada kucing asia pada umumnya. Kucing ini hidupnya liar di alam bebas. Namun keberadaannya semakin sulit ditemui karena perburuan manusia, hilangnya habitat dan alih fungsi hutan yang menyebabkan satwa ini dikatergorikan kritis.

Mari kita saling menjaga kelestarian alam supaya anak cucu kita kelak tidak hanya mendengar cerita semata.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.