credit : www.thenational.ae

Kalian pasti tahu, kalo Pesawat itu diterbangkan, makanya dia dinamakan pesawat terbang. Agar pesawat itu bisa diterbang, dibutuhkan orang yang bisa menerbangkan, biasanya sih dikenal dengan sebutan pilot.

Nah! untuk menjadi pilot, butuh perjuangan yang keras, karena biaya sekolah pilot tak murah, juga perlu jam terbang tinggi untuk lolos menjadi pilot.

Kalo jadi pilot drone sih gak perlu sekolah mahal-mahal, cukup beli drone, latihan sendiri 2 hari, ato paling lama seminggu, sudah bisa jadi pilot.

Dan ternyata, di dunia ini ada beberapa pilot pesawat terbang yang usianya tergolong masih muda banget. Padahal, usia mereka dibawah 10 tahun. Siapakah mereka? Siap capcus..!!!

1. Jessica Dubroff, 7 tahun

Jessica Dubroff
credit : www.thenorthwestern.com

Jessica Dubroff, bocah asal California, Amerika Serikat ingin memecahkan rekor sebagai pilot termuda di dunia. karena saat itu usianya baru 7 tahun sudah bisa menerbangkan pesawat mesin tunggal berkursi empat Cessna 177B. Jessica gak sendirian waktu itu, dia ditemani oleh sang ayah, Llyod Dubroff, dan instrukturnya, Joe Reid. Namun tragisnya, penerbangan pertamanya untuk memecahkan rekor itu justru berujung menyedihkan. Jessica tewas dalam kecelakaan pesawat yang diterbangkannya pada 11 April 1996 di Cheyenne, Wyoming, termasuk juga ayah dan instrukturnya.

2. Daniel Shanklin, 7 tahun

Daniel Shanklin
credit : www.youtube.com

Daniel Shanklin berasal dari Texas, Amerika Serikat. Anak dari pasangan Den Shanklin dan Colleen ini menerbangkan pesawat pertamanya di usia 7 tahun. Sebelum melakukan penerbangan, Daniel melakukan pelatihan selama seminggu di Research Triangle. Pesawat yang ia terbangkan adalah jenis Cessna 172 dari bandara Kitty Hawk yang merupakan tempat Wright Brothers membuat sejarah penerbangan pertamanya dengan tenaga mesin. Daniel terbang bersama instrukturnya, Stuart Moon mencapai ketinggian 12.000 kaki dan mendarat di Bandara Internasional Raleigh-Durham. Perhentian berikutnya adalah Bandara Internasional Charlotte-Douglas, tempat Shanklin mengadakan konferensi pers dan makan siang, dan bertemu dengan saudaranya , Michael Shanklin, berusia 9 tahun yang juga sama-sama pilot dan juga sama-sama berhenti di bandara Internasional Charlotte-Douglas.

3. Marwan Vorajee, 7 tahun

Marwan Vorajee
credit : Nafeesa Parekh

Tepat di ulang tahunnya yang ketujuh, Marwan Vorajee mendapat hadiah istimewa, yaitu menerbangkan pesawat. Ibunya, Nafeesa dan ayahnya, Rizwan membawanya ke klub terbang Coventry melakukan pelajaran untuk anak-anak. Marwan memegang kendali penuh atas pesawat untuk terbang ke awan bersama ayahnya, Rizwan dan adiknya, Safwan sebagai penumpang di belakang selama sekitar 30 menit. Dan tentunya didampingi oleh pilot senior disampingnya. Bocah yang berasal dari Solihull West Midlands, Inggris ini berharap bisa menyelesaikan pelatihannya, mendapatkan lisensi pilot, dan bergabung dengan jet tempur Qatar Yousuf di seluruh dunia.

4. Adam Mohammad Amer, 6 tahun

credit : www.thenational.ae

Adam Mohammad Amer mendapat pengalaman yang tak akan terlupakan kelak dewasa. Dia diberi kesempatan menerbangkan pesawat Etihad Airways jenis Airbus A38 dalam akademi pelatihan lengkap dengan seragam kapten pesawat yang dibuat khusus untuknya. Etihad Airways dibuat kagum olehnya akan pengetahuan yang menakjubkan dari seorang bocah laki-laki saat ia diizinkan untuk menemui kapet pilot pesawat Samer Yakhlef. Ketika di dalam kokpit pesawat , Anak keturunan Mesir-Maroko mampu menjelaskan berbagai fungsi mesin dan pengendali pesawat yang rumit, serta beberapa bagian pengendali yang ada di kokpit pesawat. Tes pendaratan dan penerbangan diselenggarakan selama 4 jam, dan saat itu, Adam juga menyapa kepada para penumpang dengan menggunakan sistem pengeras suara dan memberi ucapan selamat datang di Abu Dhabi.

5. He Yide, 5 tahun

He Yide
credit : www.dailymail.co.uk

Bocah asal China bernama He Yide menjadi pilot termuda sejagat raya. Bukan hiperbola, ini sungguhan. He Yide atau biasa dijuluki Duoduo bisa menerbangkan pesawat sendiri selama 35 menit di Taman Margasatwa Beijing tanggal 1 September 2013, dan hanya diawasi oleh pilot senior yang ada di dalam pesawat. He Yide bisa menjadi pilot di usianya yang masih belia karena dilatarbelakangi didikan orang tuanya yang sangat keras. Orang tua Yide rela mengeluarkan uang hingga £ 3.100 sekitar Rp 53 juta untuk memberikan pelajaran terbang pribadi. Sebelumnya, Yide juga pernah bertelanjang dada dan disuruh push-up di luar rumah di tengah cuaca bersalju di Kota New York, Amerika Serikat. Ayah Yide, asal Kota Nanjing, Provinsi Jiangsu, sebelah timur China, memang terkenal di kampung halamannya sebagai orang yang kerap melakukan pelatihan saban harinya yang dia berikan kepada anaknya itu. Alasannya memberikan pendidikan keras terhadap anaknya itu karena terlahir dengan cara prematur beberapa bulan sebelum hari kelahirannya, maka dia harus membuat Yide menjalani tes ketahanan fisik dan mental untuk membangun kekuatan dirinya.

Dari sini kita bisa belajar bahwa cita-cita dipupuk mulai sejak belia agar memiliki semangat yang tinggi untuk mewujudkannya. Meski kelak ketika dewasa, cita-cita mulia dari kecil tersebut tak terwujud. Paling tidak telah memiliki semangat untuk menggapainya. Karena kita tahu, hidup adalah dinamis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.