Perjuangan Yang Berakhir Penghianatan

0
263
Perjuangan Yang Berakhir Penghianatan
source: pixabay.com

Dari desa tertinggal, aku berangkat ke kota yang penuh dengan kebisingan, baik itu bising akan kendaraan hingga bising akan pemberitaan. Aku masih ingat, waktu itu adalah tahun 2009, dimana aku keluar dari desaku yang tertinggal menuju ke kota yang penuh dengan keramaian untuk menuntut pendidikan.

Aku bukan generasi pertama dari desaku yang mengejar pendidikan di kota luar. Tapi, waktu itu masih sangat minim yang berminat sekolah. Sebenernya sampai sekarang masih sih. Hanya saja udah semakin melek akan pentingnya dunia pendidikan.

Pendaftaran kuliah di mulai, dan akhirnya di terima di perguruan tinggi swasta di Jepara. Disinilah awal cerita dimulai. Aku bertemu dengan temen-temen baru yang sebelumnya belum aku kenal sama sekali. Sebagai anak dari desa yang ke kota harus menyebrang dulu sampai 5 jam, aku berusaha untuk ikut beberapa organisasi. Bahkan hampir semua organisasi intern kampus aku ikuti, juga organisasi ekstern kampus yang aku ikuti.

Aktifnya aku di kampus, aku bertemu dengan salah satu temen yang akan menjadi teman seperjuangan. Awalnya, kami hanya berteman biasa. Tapi, seiring berjalannya waktu, kami berdua semakin dekat untuk mengubah nasib.

Jatuh bangun kami lewati bersama, sampai-sampai pernah bangkrut, gagal, gak kuat beli makan, itu sudah hal yang sangat wajar. Maklumlah, baru proses. Banyak orang berkata, kesuksesan diawali penuh dengan perjuangan, lagian kalau mau naik tangga kan harus dari bawah, kalau dari atas namanya turun tangga.

Masuk kerja buat nabung, gak pake lama keluar kerja. Masuk kerja lagi, keluar lagi, begitu terus akhirnya bosan-bosan sendiri. Tiap mau ngelamar kerja mikir-mikir dua kali, takutnya kalau aku gak kerasan kemudian keluar lagi.

Tahun demi tahun, awal tahun 2017 adalah tahun yang membawa impian. Babak baru segera dimulai, websiteku diterima oleh google adsense, hal ini bisa memberikan sebuah harapan. Belum puas sampai disitu, aku mengajak temenku untuk membuat video youtube. Bikin video hanya sekitar tiga bulan, view youtube meledak. Gak pernah menyangka sebelumnya jika video yang hanya seumur jagung bisa meledak begitu dahsyatnya. Seakan lagi mimpi, gak percaya, tapi itulah kenyataannya. Maklum, dapat hasil dari online baru pertama kali, meskipun udah sejak dulu dimulai.

Kesuksesan di youtube justru menjadi titik awal dimana gesekan dimulai. Aku dianggap gak memberikan kontribusi apapun, hanya tidur menunggu bayaran. Ehmm, emang sih, aku sama sekali gak memberikan kontribusi apapun, cuma tidur doang, gak bisa nyumbang ide, bisanya nunggu bayaran tiap bulan.

Tepat tanggal 22 Agustus 2017. Dimana, hari yang sangat mengagetkanku. Waktu itu baru bangun tidur, baca notif masuk. Tulisannya cukup panjang, aku baca dari awal sampai akhir, ternyata isinya bikin syok.

Alasannya, dia yang bayar wifi, bayar listrik, edit video, dan segala macam dia yang mengurusi. Sedangkan aku, hanya tidur doang, menunggu bayaran. Dia gak bisa partneran dengan orang yang gak bisa memberi kontribusi sama sekali, gak membuat bahan untuk blog, dan itu sama sekali hanya menguntung aku, dia udah gak kuat bayar aku.

Begitulah jika uang bicara, bisa merubah akal manusia. Aku gak pernah menyangka jika ini akan terjadi. Perjuangan selama bertahun yang dibangun bersama-sama harus luntur hanya karena uang. Alasan yang dikemas sedemikian rupa untuk menghasilkan kata-kata indah yang menyayat.

Gak ada hujan, gak ada angin. Lah kok tiba-tiba ngechat seperti itu. Kan kaget banget. Aku gak marah akan hal ini, justru yang aku sesali adalah dia sama sekali gak jantan untuk berbicara langsung face to face. Dan perjuangan selama ini sia-sia.

Padahal, sedari awal kami punya komitmen untuk tidak tergiur dengan uang. Ya, mungkin perjanjian itu udah lama sekali, sehingga wajar kalau lupa. Karena yang namanya lupa itu gak ingat.

Terima kasih kawan, kita sekarang berjalan sendiri-sendiri untuk menentukan nasib masing-masing. Aku akan tetep menganggapmu kawan, bukan lawan. Jika kamu menganggap aku sebaliknya, itu hak kamu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.