Chapecoense

Musibah yang dialami oleh klub sepak bola Brazil Chapecoense mengundang banyak simpati dari berbagai kalangan. Musibah yang dialami Chapecoense mengingatkan memori kita kembali tragedi yang dialami oleh klub raksasa sepak bola asal negara Ratu Elizabeth Manchester United pada 6 Februari 1958.

Rombongan pemain klub Chapecoense mengalami kecelakaan pesawat di kawasan pegunungan Kolombia dalam perjalanan menuju Medellin, Kolombia pada 28 November 2016 waktu setempat saat melakoni pertandingan final pertama Copa Sudamericana pada 30 November 2016 melawan Atletico Nacional. Namun sayangnya, pesawat dengan nomor penerbangan LMI2933 jenis British Aerospace (BAE) 146 yang dioperasikan oleh LAMIA Bolivia British Aerospace RJ85 mengalami kecelakaan.

Dari kejadian yang baru saja dialami Chapecoense menambah daftar panjang kecelakaan tim sepak bola. Setidaknya ada beberapa tim sepak bola yang mengalami tragedi sama.

FC Torino, 1949

FC Torino yang merupakan salah satu klub asal Italia tersukses kala itu dengan meraih tujuh scudetto. Bahkan tim rival sekota Juventus itu pernah lima kali juara coppa Italia berturut-turut yakni pada 1942 hingga 1949. Namun kejadian pahit menimpa 4 Mei 1949 saat pesawat Avio Linee Italiane Fiat G.212CP yang terbang dari Portugal itu menabrak Basilica Superga yang berada di Turin usai menjalani laga persahabatan melawan Benfica.

Manchester United, 1958

Tragedi yang paling dikenang hingga kini yaitu tragedi Manchester United 1958 saat akan melakukan pertandingan Piala Eropa 1957-1958 di Beograd, Yugoslavia, melawan Red Star Belgrade. Pesawat British European Airways Penerbangan 609 yang ditumpangi rombongan Manchester United jatuh saat take off dari landasan pacu Bandara Munich, Jerman (Barat) Pada 6 Februari 1958.

FC Pakhtakor Tashkent, 1979

Petaka diatas langit Ukraina yang terjadi pada 11 Agustus 1979 yaitu terjadi tabrakan pesawat di atas wilayah Dniprodzerzhynsk, dekat Donetsk, Ukraina dengan jenis pesawat yang sama (Tupolev TU-134s) milik maskapai penerbangan Uni Soviet, Aeroflot. Salah satu pesawat tersebut ditumpangi rombongan FC Pakhtakor Tashkent saat dalam perjalanan menuju ke ibu kota Belarusia, Minsk untuk melakoni laga lanjutan Soviet Top League melawan Dinamo Minsk. Dalam tragedi itu, semua yang ada di kedua pesawat meninggal dunia, total ada 178 orang.

Alianza Lima, 1987

Pesawat Fokker F27-400 yang membawa rombongan klub Alianza Lima, total ada 43 penumpang, terdiri pemain, manajer, staf klub Alianza Lima, pemandu sorak, dan kru meninggal dunia setelah mereka kembali dari bertanding melawan Deportivo Pucallpa di Kota Pucallpa. Pesawat yang ditumpangi klub Alianza Lima jatuh pada 8 Desember 1987 hendak mendarat di Bandara Callao di Lima, ibu kota Peru. Satu-satunya yang selamat adalah pilot pesawat itu sendiri.

Timnas Zambia, 1993

Harapan timnas Zambia pupus saat pesawat militer berjenis DHC-5 Buffalo mengalami kecelakaan pada 27 April 1993 yang akan menuju ke Dakar, Senegal, tempat dilangsungkannya partai lanjutan kualifikasi Piala Dunia 1994 zona Afrika antara Zambia dan Senegal. Pesawat yang ditumpangi timnas Zambia jatuh diperairan Samudera Atlantik. Dari total 30 penumpang dan awak, termasuk 18 pemain, serta pelatih timnas meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.