Keseruan Berpetualang di Hutan Tracking Mangrove Karimunjawa

0
247

Ketika singgah di pulau Karimunjawa, kami melakukan petualangan di hutan tracking mangrove karimunjawa, tepatnya di desa Kemujan. Dari Karimunjawa (pusat kotanya), kami melakukan perjalanan darat kurang lebih 20 menit untuk sampe di tracking mangrove ini.

Yang namanya hutan mangrove ya pastinya dipenuhin ama pohon-pohon mangrove disekitarnya. Tepat disebelah jembatan sebagai penyambung antara pulau Karimunjawa dan pulau Kemujan, disitu terdapat sebuah destinasi yang menyendiri yang dinamakan “Tracking Mangrove”.

Baca juga: Jadwal Transportasi Karimunjawa

Oh ya, perlu kamutahu nih, kalo Karimunjawa dan Kemujan itu dua pulau yang terpisah, dan menjadi pulau terbesar di Kepulauan Karimunjawa. Karena lokasinya gak jauh-jauh amat, makanya antara pulau Karimunjawa dan pulau Kemujan disambung dengan Jembatan yang kira-kira panjangnya 5 meter.

Kembali lagi ke tracking mangrove nih. Kami masuk ke hutan tracking mangrove dengan santé sambil melihat lihat suasana sekitar, sesekali mendengarkan nada-nada burung yang bebas di alamnya. Berhenti sejenak membaca peta jalur tracking mangrove supaya gak kesasar nanti.

peta wisata tracking mangrove
via www.delimun.com

Setelah kami kira cukup, lanjutkan perjalanan dengan jalan kaki. Jalannya berliku-liku bak kehidupan. Jalannya terbuat dari kayu berjajar dengan rapi. Disepanjang perjalanan tersebut, terdapat semacam tulisan yang menerangkan tentang biota yang hidup di hutan mangrove. Sesekali berhenti baca tulisan yang tersedia dipinggir-pinggir jalan.

jalan tracking mangrove
via www.delimun.com

Seru dah pokoknya, yang lebih seru lagi tuh, perang melawan nyamuk yang tak mau nyerah. Maklum, mereka menyerang karena di kandangnya. Disamping itu juga, kami lupa gak bawa senjata berupa body lotion. Ceplas-ceples lama-lama dikulit panas banget.

Berpetualang di hutan tracking mangrove lumayan bikin capek, untungnya udah tersedia shelter bisa buat istirahat sebentar. Kalo gak ada ya paling-paling istirahat ditengah jalan. Didalam hutan mangrove panas sih gak, karena pohon-pohonnya rindang banget dan sangat dingin. Yang bikin capek tuh perjalanannya cukup panjang.

shelter tracking mangrove
via www.delimun.com

Jika kamu beruntung nih ya, kamu bakal berpapasan dengan biawak, kera ekor panjang, burung dan masyarakat setempat yang lagi nyari kerang di laut. Kerang di Karimunjawa gak di budidaya, tapi langsung ngambil di laut. Kebanyakan yang nyari kerang itu para ibuk-ibuk.

Pemandangan alam bebas udah semakin keliatan, itu tandanya udah hampir sampe. Eh ternyata bener juga, perjalanan udah hampir sampe. Ngeliatnya langsung cerah, karena di dalam tadi agak gelap.

suasana tracking mangrove
via www.delimun.com

Sesampainya di tujuan, kami disambut dengan pemandangan yang luar biasa, yaitu tersebarnya pohon-pohon mangrove, pegunungan, serta ikan-ikan kecil berenang dengan bebasnya. Berjalan pelan-pelan aja deh, sambil hunting photo buat kenangan, entar kalo ditanya udah berani sombong.

view-tracking-mangrove
via www.delimun.com

Sebelum kami naik ke menara pandang. Baca-baca dulu tulisan yang terpampang dibawah menara pandang, biar tambah pinter gitu. Emang sih, objek wisata tracking mangrove Karimunjawa ini juga digunakan sebagai objek wisata edukasi, supaya setiap pengunjung sadar akan manfaat hutan mangrove.

biota tracking mangrove
via www.delimun.com

Udahan bacanya ah, naik ke menara pandang bentar, mau ngeliat hutan mangrove dari atas sambil nunggu sunset datang. Maunya emang bentar doang, tapi ini udah terlanjut pewe jadi males turun, apalagi anginnya yang semilir bikin enak dibuat bobok.

menara tracking mangrove
via www.delimun.com

Ya udah, karena udah semakin senja, mau gak mau daripada bermalam di hutan mangrove, yang kalo malem kayaknya serem banget, daripada nanti ditemenin mbak kunti, lebih baik cabut aja deh. Cari aman aja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here