Concrete
credit : Foto oleh Rodolfo Quirós dari Pexels

Dari zaman ke zaman, teknologi mengalami kemajuan pesat. Terlebih saat ini, seolah manusia dimudahkan dengan adanya teknologi yang luar biasa. Namun siapa sangka, dulu ada teknologi yang luar biasa telah hilang bak ditelan bumi. Bahkan para ilmuwan masa kini dibuat bingung dan kecil kemungkinannya ditemukan kembali. Berikut adalah 5 teknologi yang hilang

1. Hujan Buatan

Hujan Buatan
credit : www.kcrw.com

Dewasa ini, hujan buatan bisa dilakukan dengan menabur garam. Namun, pada tahun 1900-an, Charles Hatfield mengembangkan metode untuk menghasilkan hujan buatan dengan menggunakan 23 bahan kimia. Pada tahun 1915 ketika kekeringan di San Diego, hatfield menawarkan jasanya kepada dewan kota di San Diego untuk membuat curah hujan di kota itu yang kemudian Hatfield disewa dan dijanjikan $10.000 jika ia berhasil. Ketika perjanjian itu disepakati, Hatfield membangun menara setinggi 20 kaki di daerah itu dan membakar campuran kimia dari atas menara. Beberapa hari kemudian, pada tanggal 1 Januari 1916, hujan mulai turun di San Diego dan tak pernah berhenti selama satu bulan yang akhirnya mengakibatkan banjir, kerusakan, dan menewaskan sekitar 50 warga. Tetapi sayangnya, Hatfield tidak pernah mendapatkan uangnya, karena Dewan kota mengklaim banjir itu tindakan Tuhan, bukan tindakan Hatfield.

2. Starlite

Starlite
credit : steemit.com

Starlite ditemukan pada tahun 1980an oleh seorang ilmuwan amatir bernama Maurice Ward. Benda ini bentuknya semacam plastik namun disusun oleh material kompleks kombinasi 21 bahan polimer organik dan sedikit keramik yang ia klaim tidak akan bisa dihancurkan dengan mudah, bahkan dengan bom nuklir sekalipun. Selain itu, Starlite sangat ringan dan bisa diaplikasikan dengan berbagai bentuk, baik Cair, pasta, atau padat, dan tidak beracun sama sekali. Untuk menguji kekuatannya, sebuah telur dilapisi dengan Starlite di bagian luarnya. Lalu kemudian dibakar dengan suhu 1.200 derajat celcius. Alih-alih pecah, telur tersebut seperti tak mengalami apa pun. Di pengujian yang lain, bahan ini ditembak langsung dengan laser 10 ribu derajat celcius. Ia pun bisa bertahan tanpa mengalami kerusakan apa pun. Sayangnya, penemuan yang besar ini dipandang sebelah mata. Sampai akhirnya Starlite pun hilang bersama kematian Ward di tahun 2011 tanpa meninggalkan ramuan penemuannya itu.

3. Mesin Waktu

Mesin Waktu
credit : newearth.media

Kedengarannya, mesin waktu adalah hal mustahil dan tak mungkin diciptakan. Percaya tidak percaya, mesin seperti ini ternyata sudah tercipta di tahun 1950 oleh seorang pendeta Vatikan yang sekaligus guru bagi fisikawan terkenal macam Enrico Fermi atau Wernher von Braun bernama Pellegrino Ernetti. Ernetti menjelaskan jika mesin ini berbentuk lemari seukuran orang dewasa yang dioperasikan dengan tombol-tombol. Mesin waktu ini dinamakan Chronovisor. Chronovisor memang tidak bisa untuk meloncat ke masa depan. Namun ia bisa ke waktu yang sudah lewat. Bahkan Ernetti membuktikan hal tersebut dengan sebuah foto Yesus ketika disalip. Sepeninggal Ernetti, para tetua Vatikan pun memutuskan untuk menghancurkan mesin ini tanpa berpikir untuk menyalin semua mekanisme atau algoritmanya. Mereka mengatakan jika mesin ini terlalu berbahaya jika jatuh ke tangan yang salah. Seandainya saja Chronovisor masih ada mungkin akan banyak sejarah kelam yang bisa diubah.

4. Bahan Bakar Air

bahan bakar air
credit : www.buggedspace.com

Jika selama ini kendaraanmu menggunakan BBM (Bahan Bakar Minyak). Maka pada tahun 1975, seorang bernama Stanley Meyer asal Amerika Serikat menciptakan kendaraan berbahan bakar 100% air. Meyer menciptakan kendaraan berbahan bakar air karena pada tahun itu Amerika Serikat mengalami embargo minyak oleh Arab Saudi. Sayangnya, potensi besar tersebut mendapat banyak intervensi. Temuan tersebut dianggap curang dan tidak sah. Tak hanya itu, mobil tersebut dianggap oleh saksi pengadilan sebagai pengaplikasian elektrolisis biasa dan tidak revolusioner sama sekali. Bahkan, penelitian tersbut dianggap oleh para pengusaha sebagai usaha pencucian uang, membuat Meyer harus membayar ke para investor yang menuntutnya. Puncaknya, pada 21 Maret 1998, Meyer ditemukan tewas secara misterius menggunakan racun pada sebuah restoran, tetapi, polisi mengungkap penyebab kematiannya adalah aneurisma otak atau penggelembungan pembuluh darah otak.

5. Concrete

Concrete
credit : Foto oleh Rodolfo Quirós dari Pexels

Umumnya, bangunan jika semakin tua, kemungkinan tak lagi kuat, bahkan bisa runtuh. Pada zaman Romawi Kunu. Bahan yang digunakan oleh orang Romawi kuno bisa dibilang sangat menakjubkan, bahan ini akan terus menguat seiring berjalannya waktu, semakin lama, justru bangunan dengan campuran bahan ini semakin kokoh. Campuran material ini biasa disebut Concrete. Sayangnya, teknologi hebat ini hilang begitu saja seiring Romawi Kuno runtuh. Jika saja masih ada, kemungkinan besar bangunan di seluruh dunia akan semakin awet.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.