Indonesia, Wakil Pertama Asia Di Pesta Sepak Bola Piala Dunia

0
414
Indonesia, Wakil Pertama Asia Di Pesta Sepak Bola Piala Dunia
source : www.bolasport.com

Piala dunia merupakan ajang paling bergengsi di dunia sepak bola, banyak Negara berusaha mendapat tiket untuk masuk dalam piala dunia yang digelar empat tahunan ini. Bukan soal hadiah mereka inginkan, tapi lebih dari itu. Ini berbicara mengenai nama sebuah bangsa.

Kita semua sepakat, sepak bola adalah olahraga paling populer di dunia hingga saat ini. Wajar, jika hampir semua Negara ingin bergabung menjadi bagian dari pesta paling akbar sejagat itu.

Tak mudah memang, mereka harus melalui seleksi yang ketat antar Negara untuk bisa lolos ke piala dunia. Persaingan yang ketat itu tak memungkinkan Indonesia bisa ikut andil di piala dunia. Mengingat, prestasi sepak bola nasional masih kurang memadai untuk mengambil satu tiket ke piala dunia.

Wakil dari benua kuning (sebutan benua Asia) yang sering muncul di piala dunia adalah Jepang, Korea Selatan, dan Arab Saudi. Ya! Ketiga Negara itu memang sering nangkring di pesta sepak bola sejagat.

Meskipun ketiga Negara itu yang sering bergabung di piala dunia, justru Indonesia lah yang menjadi wakil pertama Asia di pesta sepak bola piala dunia. Fakta ini dikuatkan oleh FIFA sebagai satu-satunya induk organisasi sepak bola dunia melalui sesi tanya jawab di media sosial twitter.

“Tim Asia mana yang pertama kali tampil di piala dunia? Hindia Belanda, sekarang dikenal sebagai Indonesia, tampil di piala dunia perancis 1938,” isi kicauan FIFA di akun twitter resmi miliknya.

Tim Asia mana yang pertama kali tampil di piala dunia
source : twitter.com/FIFAWorldCup

Dan juga, di channel youtube milik FIFA juga diunggah video keterlibatan Indonesia di piala dunia yang diberi judul Fascinating story of Asia’s first World Cup team”, dalam deskripsi video yang diunggah ditulis “Tim Asia mana yang pertama kali tampil di piala dunia? Hindia Belanda, yang saat ini dikenal sebagai Indonesia, tampil di piala dunia perancis 1938”.

Setuju atau tidak, memang Indonesia lah yang menjadi wakil pertama Asia yang tampil di piala dunia setelah Jepang mengundurkan diri akibat masalah perang. Asia memang diberikan jatah satu tempat dan hanya dua tim yang memperebutkannya saat itu.

Keterlibatan Indonesia tampil di piala dunia 1938 memang di bawah nama Dutch East Indies (Hindia Belanda) karena Indonesia masih berada di bawah kendali Belanda.

Mungkin banyak yang tak sepakat bahwa itu adalah Hindia Belanda, bukan Indonesia. Memang, saat tampil di piala dunia menggunakan nama Nederland-Indis (Hindia Belanda). Tapi, nama Hindia Belanda sekarang menjadi Indonesia. Seperti halnya Batavia menjadi Jakarta, Burma menjadi Myanmar, atau bahkan nama seseorang yang dirubah, misalkan Agus menjadi Budi. Mereka tetap sama, hanya saja namanya yang dirubah.

Surat kabar Tionghoa, Sin Po, mengabarkan setiap jengkal perjalanan Hindia Belanda di luar negeri. koran Sin Po ini pula yang menjadi pelopor penggunaan istilah “Indonesia” untuk menggantikan “Nederlandsch Indie”, “Hindie Nederlandsch”, atau “Hindia Olanda”, serta menghapus penggunaan kata “inlander” yang dianggap sebagai penghinaan terhadap rakyat Indonesia. Begitu yang ditulis Asvi Warman Adam dalam Menguak Misteri Sejarah (2010).

koran Sin Po
source : www.kompasiana.com

Tertulis bahwa, pemain beserta ofisial tim meninggalkan Batavia melewati Tanjung Priok menuju Belanda dengan kapal M.S. Johan van Oldenbarnevelt pada 18 Maret 1938. Pada edisi 31 Mei 1938, para personel Hindia Belanda (Indonesia) menginap di Hotel Duinoord di Kota Wassenaar.

Pada edisi 27 Mei 1938, Sin Po melaporkan pertandingan persahabatan “Indonesia” melawan klub asal Den Haag, HBS yang berakhir imbang 2-2, sedangkan edisi 2 Juni 1938 mengupas hasil pertandingan kontra Haarlem (5-3).

tim hindia belanda
source : www.bbc.com

Pada 5 Juni 1938, Hindia Belanda menghadapi Hungaria di Stadion Reims yang berakhir 6-0 tanpa balas. Gol pertama Hungaria tercipta pada menit ke-14 melalui sepakan Vilmos Kohut, disusul Geza Toldi (16’), Gyorgy Sarosi (25’), Gyula Zsengeller (30’), Sarosi (67’), dan Zsengeller (88’). Sebagaiaman dikutip dari bolasport.com (29/01/2018).

Pertandingan ini dipimpin wasit asal Perancis, Roger Conrie, serta dua orang hakim garis Carl Weingartner (Jerman) dan Charles Adolphe Delasalle (Perancis). Disaksikan sekitar 9,000 orang penonton. Tim Hungaria menggunakan kostim serba putih, sementara Hindia Belanda menggunakan kaos oranye, celana pendek putih dan kaus kaki biru muda. Begitu catatan resmi FIFA.

Kutipan dari BBC Indonesia, para pemain terdiri dari suku Jawa, Maluku, Tionghoa, Indo-Belanda, serta pelatihnya asal Belanda, Johannes Christoffel van Mastenbroek.

Saat mengikuti piala dunia, tim ini didukung NIVU, Nederlandcshe Indische Voetbal Unie – organisasi sepakbola di bawah naungan pemerintah kolonial Belanda, tetapi tidak “direstui” PSSI. PSSI yang didirikan 8 tahun sebelumnya (1930), dilaporkan tidak mengirimkan para pemainnya. FIFA sendiri lebih mengakui NIVU ketimbang PSSI.

Meskipun mengatasnamakan NIVU, pada akhirnya, Indonesia dicatat sebagai Negara pertama wakil dari benua Asia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.