bisnis online

Sekarang ini banyak banget yang melakukan bisnis online baik itu jenis produk maupun jasa. Di media sosial, market place, dan ada juga yang bikin website sendiri. Pokoknya pada berlomba-lomba mendapatkan konsumen.

Memang sih, dunia maya saat ini menjadi ladang penghasilan baru. Tapi ya gitu, ada yang meraup omset puluhan juta bahkan lebih, ada juga yang sama sekali nggak dapet apa-apa, kasihan tuh orang. Untuk kamu yang bisnis online tapi belum keliatan hasilnya, jangan pesimis dulu lah, semua itu ada waktunya. Karena yang bermain itu bukan hanya segelintir orang aja, tapi banyak banget.

Oke, kita sepakati bahwa dalam dunia bisnis “Kejujuran Adalah Harga Mati”.

Itu baru langkah awal yang perlu kamu pegang, delimun nggak perlu menggurui  lah tentang hal itu, ibarat kata kejujuran itu sebuah pondasi dalam sebuah bangunan, jadi memang sangat dasar. Tapi perlu kamu tahu pondasi itu hanyalah dasar belum menjadi sebuah bangunan. Jadi, kamu perlu mempersiapkan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan.

Karena di dunia online itu bertujuan untuk mempermudah, poin pertama, jangan mempersulit. Kedua, bangun sebuah kepercayaan. Dari kedua poin ini yang sebenernya banyak yang kurang diperhatikan. Ya, delimun ngerti kamu udah nerapin kedua poin tadi, tapi emang bener-bener kamu terapin?

Berikut ini kasus yang banyak ditemukan di dunia online

1. Membuat Deskripsi Terlau Bertele Tele

Membuat Deskripsi Terlau Bertele Tele
via pixabay.com

Membuat deskripsi panjang bagus sih, biar gamblang penjelasan produk yang dijual. Tapi nggak segitunya kale, membuat deskripsi panjang banget kayak mau ceramah aja.

Apa kamu yakin bahwa dengan deskripsi yang panjang kali lebar itu akan dibaca semua oleh calon pembeli?

Sepertinya nggak deh, karena deskripsi yang terlalu panjang bin bertele tele, calon pembeli justru lebih cenderung bosan membacanya dan bisa-bisa langsung kabur.

Memberikan deskripsi tentang produk yang kamu jual, cukup jelaskan secara garis besar yang mudah diterima oleh calon pembeli, tammbahkan juga spesifikasi produk kamu secara singkat, dan kalo emang diperlukan, tambahkan sub-sub poin produk kamu.

2. Kurang Respon Terhadap Konsumen

Kurang Respon Terhadap Konsumen
via pixabay.com

Bisnis online itu bukan hanya kamu aja pemainnya. Calon pembeli yang udah menghubungi kamu itu udah mendapatkan nilai tambahan buat kamu pelaku bisnis. Ketika ada calon konsumen menghubungi, baik itu lewat live chat, telpon, sosmed ato yang lainnya, jangan sia-siakan kesempatan itu.

Bukan asal cepet jawab aja, ini yang biasanya terjadi ama pelaku bisnis dropship. Ada pembeli tanya soal harga misalnya, nggak langsung dijawab harganya sekian tapi disuruh nunggu ngitung dulu.

Walaupun itu sepele, tapi dimata pembeli tidak demikian. Karena hal tersebut bisa jadi pembeli curiga, menganggap nggak professional, dan dianggap hanya main-main.

3. Produk Yang Dicantumkan Nggak Ada Harganya

Produk Yang Dicantumkan Nggak Ada Harganya
via pixabay.com

Yang nggak abis pikir, niatnya jualan tapi hanya menampilkan produk aja tanpa disertai dengan harga. Itu yang sama sekali nggak masuk akal. Kamu terlalu takut mencantumkan harga karena mungkin takut dengan pesaing kamu, ato mungkin itu strategi kamu supaya membuat pembeli penasaran akhirnya menghubungi kamu.

Ya itu kalo bisnis yang kamu jalankan hanya kamu aja pelakunya (monopoli bisnis). Lha kalo yang lain juga punya usaha yang mirip seperti kamu kan repot.

4. Kamu Hanya Menganggap Dirimu Sebagai Penjual

Kamu Hanya Menganggap Dirimu Sebagai Penjual
via pixabay.com

Sepertinya banyak yang terlena dan lupa kalo penjual itu butuh pembeli. Sehingga kamu menganggap bahwa kamu itu penjual nggak mau merasakan kalo kamu jadi pembeli.

Walaupun kamu itu penjual, lakukanlah seakan-akan kamu itu pembeli. Jadi apa yang sebenernya pembeli rasakan, pembeli inginkan, itu semua bisa kamu temukan jika kamu merasa dirimu itu pembeli.

Poin-poin diatas itu yang sering terjadi dan nggak terlalu banyak disadari oleh pelaku bisnis. Namun, ada juga yang tidak melakukan hal-hal diatas usahanya lancer-lancar aja. Semua itu kembali pada individu masing-masing yang juga memiliki cara masing-masing.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.