Beginilah Cara Astronaut Menjalankan Puasa di Luar Angkasa
credit : www.youtube.com/European Space Agency, ESA

Puasa Ramadhan adalah wajib hukumnya bagi umat islam di seluruh dunia. Baik itu presiden maupun rakyat jelata. Semuanya sama tak ada bedanya. Kecuali ada alasan tertentu yang diperbolehkan tidak menjalankan puasa Ramadhan, namun tetap harus menggantinya di lain waktu, atau membayar fidyah.

Waktu puasa sudah ditentukan berdasarkan hukum syariat yaitu dari terbitnya fajar kedua sampai tenggelamnya matahari. Tapi, setiap negara memiliki perbedaan waktu, ada yang durasinya panjang, ada pula yang durasinya pendek. Hal ini karena adanya fenomena revolusi bumi.

Namun hal ini berbeda bagi astronot yang sedang jalan-jalan ke luar angkasa.

Seperti diketahui, ketika astronot ini sampai di ruang angkasa, mereka harus mengejar stasiun antariksa internasional terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanannya.

Bahasa sederhanya, para astronot perlu transit di stasiun antariksa.

Sementara, Stasiun antariksa internasional (ISS) itu selalu mengelilingi Bumi dengan kecepatan 27.358 km per jam. Artinya, ISS mengelilingi bumi 16 kali dalam sehari yang berarti matahari terbit dan terbenam setiap 90 menit. Selain itu, dengan kecepatan tersebut, ISS mengalami kondisi mikrogravitasi yang menyulitkan para astronot untuk berlutut.

Karena hal ini, para ulama’ mengeluarkan fatwa, bahwa waktu untuk berpuasa di luar angkasa disesuaikan dengan zona waktu dari lokasi diluncurkannya astronot.

Maksudnya, Jika mereka ingin berpuasa, mereka bisa merujuk pada sistem waktu Imsak-Magrib yang ada di Bumi. Tepatnya waktu lokasi peluncuran mereka.

Tapi kalau mereka gak puasa juga gak apa-apa, astronot seyogyanya disamakan dengan musafir. Tetapi harus menggantinya saat nanti mendarat di Bumi.

Begitu cara astronot menjalankan ibadah puasa di luar angkasa. Namun, adakalanya terdapat perbedaan dalam menyikapi sesuatu hal. Bukan berarti, perbedaan pandangan tak seharusnya menimbulkan perpecahan. Karena perbedaan sebenarnya adalah sebuah keindahan.

Selamat menjalankan ibadah puasa. Mari kita menjaga kerukunan untuk menciptakan kedamaian dan ketentraman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.