Tak dapat dipungkiri setiap manusia butuh cinta, tak peduli dengan kasta yang berbeda, karena cinta adalah hak semua orang. Begitulah aku membutuhkan cinta untuk mengisi hidupku yang kosong, walau ku sadari aku bukan dari kasta tertinggi.

Cinta itu buta, cinta itu tak pandang bulu, dan cinta pula tak pandang kasta. Peribahasa itu seakan tak cukup menguatkanku melangkah. Terlalu banyak pelajaran dari luar sana yang membalikkan arah makna cinta. Namun, terkadang aku iri melihat romantisme cinta si cantik dan si buruk rupa atau si miskin dan si kaya.

Aku memberanikan diri mengungkapkan isi hati yang selama ini aku simpan rapat-rapat. Namun, alasan klasik yang tak asing lagi di telinga kaum pria yang sering diucapkan wanita, lagi-lagi sebagai jamu yang mujarab.

“Kamu terlalu baik buat aku”.

Ah, mungkin dia ingin punya pendamping yang tidak baik, atau yang biasa-biasa saja akhlaknya. Sampai saat ini, aku tidak menganggap diriku baik apalagi terlalu baik. Entahlah, jawaban itu terlalu sulit ditafsirkan.

Aku hanya bisa menjawab “Aku tak bisa memaksamu tuk mencintaiku”. Karena aku menyadari cinta bukan karena dipaksa dan wanita bukanlah boneka. Biarpun dia menolakku, aku tetap mencintainya walau hanya sebatas mimpi.

Tiap hari aku dan dia selalu bertemu di tempat yang sama, tak ada satu kata pun yang terucap dari bibir mungilnya. Terkadang aku menyapanya, namun tetap membisu seribu kata. Tak jarang pula aku kasihan melihatnya karena kesulitan menyelesaikan pekerjaan, sesekali aku membantunya walau dia tak meminta, dan aku juga tak pernah mengharapkan dia mengucapkan terima kasih darinya.

Perbuatanku bukan untuk merayu supaya dia mencintaiku, walau aku sadari aku masih mencintainya. Aku melakukannya hanya sebatas kemanusiaan yang tak ingin kehilangan pertemanan, kekerabatan dan terlebih sosial.

Waktu demi waktu telah berlalu, sudah sekian lama aku dan dia selalu bertemu, tapi aku belum pernah mendengar suaranya. Mungkin dia malu atau membenciku, aku tak mengerti. Semoga saja tak ada kebencian yang membanjiri dirinya.

Semoga dia mendapatkan pilihannya yang terbaik, biarlah cintaku tersimpan dalam mimpi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.