8 Perusahaan Ini Justru Sukses Besar Setelah Mengganti Nama Brand-nya

Dibalik namanya yang melambung tinggi hingga terkenal hampir ke seluruh dunia. Beberapa perusahaan atau brand yang dikenal sekarang tak sedikit yang mengganti namanya. Ada banyak alasan mengapa mereka mengganti nama, sebut saja beberapa brand besar yang mengganti nama mereka , seperti Amazon, google atau nike merupakan hasil dari perubahan dan meninggalkan nama mereka yang dahulu. Berikut ini, 8 brand terkenal yang ternyata mengganti namanya

8. COACH

COACH

Para pecinta fashion berkelas pasti gak asing dengan brand coach. Coach yang merupakan merek desainer terkenal mengganti namanya menjadi Tapestry pada akhir Oktober 2017. Pergantian nama ini mengejutkan bagi para pecinta fashion dan pelanggan setia Coach. Mengapa Coach berani mengambil keputusan yang beresiko ini? Ternyata ini semua tentang akuisisi. Coach telah membeli dua merek besar dalam beberapa tahun terakhir yaitu Stuart Weitzman dan Kate Spade. CEO Victor Luis mengatakan jika nama Tapestry mewakilkan kreativitas, keahlian, keaslian, dan inklusivitas dalam platform dan nilai bersama. Coach memulai ekspansi pada bulan Januari 2015 ketika membeli merek sepatu milik Stuart Weitzman senilai $ 574 juta, kemudian pada bulan Mei 2017 membeli merek Kate Spade seharga $ 2,4 miliar. Akuisisi inilah yang menyebabkan Coach beralih menjadi Tapestry.

7. TINDER

TINDER

Untuk para jomblo yang sedang nyari jodoh mungkin gak asing dengan aplikasi yang satu ini, dialah Tinder. Ketenaran aplikasi kencan ini bermula bukan dari nama Tinder melainkan Matchbox, yang awal-awalnya terdengar seperti kotak korek api. Nama Matchbox ini selalu diolok-olok oleh netizen karena dianggap tidak sesuai dengan tema yang diusung sebagai aplikasi kencan. Satu sisi, nama Matchbox sangat mirip dengan nama perusahan kencan terkenal lainnya yaitu match.com. Akhirnya, co-founder Jonathan Badeen menyadari akan hal itu. Jadi mereka melakukan riset, dari semua pilihan, kata “Tinder” yang menarik perhatian mereka, yang mana kata tersebut mirip dengan kata “Tender”. Jadilah Tinder lahir sebagai aplikasi kencan terkenal di dunia.

Baca Juga: 6 Ramalan Kiamat Yang Meleset Gak Terbukti Sama Sekali

6. SKYPE

SKYPE
image source: www.slideshare.net

Dewasa ini nama Skype mungkin kurang begitu familiar di telinga kamu. Tapi kethuilah, sebelum munculnya fitur video di aplikasi chat kamu, nama Skype sangat familiar dan selalu digunakan untuk melakukan video call. Tapi, perjuangan skype tidak semudah yang dipikirkan. Pendiri mereka menginginkan sebuah nama yang mencerminkan fakta bahwa mereka membiarkan dunia berbicara secara gratis. Dan hal tersebut muncul sebuah nama “Sky Peer-to-Peer” kemudian mereka mempersingkat nama tersebut menjadi “SKYPER”. Namun, ketika akan mendaftarkan nama domain, mereka menghadapi masalah. Beberapa nama domain yang terkait dengan “SKYPER” sudah diambil. Jadi mereka memperpendeknya lagi dengan membuang huruf “R”. Dan disitulah Skype lahir. Nama skype ternyata banyak diprotes di Uni Eropa karena nama skype dan desain logo terlalu mirip dengan langit. Oleh karena itu mereka tidak bisa mendaftarkan merek dagangnya di Uni Eropa.

5. PEPSI

PEPSI

Pepsi menjadi salah satu perusahaan air minum bersoda papan atas. Pendiri Pepsi Caleb Davis Bradham sebenernya sekolah kedokteran, namun dia di drop out dari sekolahnya. dia akhirnya membuka apotek, dan di apotek inilah awal dari ditemukannya minuman yang terkenal. Pada tahun 1893 ia mencampuradukkan air berkarbonasi, gula, karamel, vanili, kacang cola, pala, minyak lemon dan aditif alami lainnya dan diberi nama “Brad’s Drink”. Pada tahun 1898 sang pencipta mengganti sebagai “PEPSI-COLA”. Dia yakin minuman itu adalah cola “sehat” yang bisa membantu pencernaan. Jadi “PEPSI” berakar dari kata “DYSPESIA”, yang berarti gangguan pencernaan. Pada tahun 1902 ia membentuk perusahaan pepsi-cola. Hingga sekarang nama Pepsi tetap melambung tinggi.

Baca Juga: 9 Mitos Luar Angkasa Yang Tak Terbukti Kebenarannya

4. NIKE

NIKE

Nike dikenal luas sebagai merek pakaian olahraga multinasional. Namanya selalu menghiasi tiap cabang olahraga. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1964 dengan nama “Blue Ribbon Sports”. Bahkan pada saat itu tidak memproduksi sendiri. Saat itu produknya di support dari Onitsuka Tiger, Jepang. Sekarang ini Onitsuka Tiger berganti nama menjadi asics. Nike mulai memproduksi sepatu sendiri pada tahun 1971. Bill Bowerman dan Phill Knight menghabiskan beberapa waktu untuk membuat sebuah brand. “Dimension 6” dipilihnya. Namun, nama itu tidak bertahan lama karena ada perselihan pendapat antara Bill dan Phil. Akhirnya mereka memilih NIKE karena terinspirasi dari istilah Yunani yang berarti Dewi Kemenangan. Banyak orang masih salah mengucapkan namanya sebagai satu suku kata “NYKE”. Padahal sebenarnya dua suku kata: “NY-KEE”. Mengenai logo swoosh yang melekat pada Nike, ini dirancang oleh mahasiswa Portland State University, Carolyn Davidson. Dia dibayar sebesar $ 35 kala itu.

3. YAHOO!

YAHOO!

Jika kamu generasi 90-an, pasti sudah sangat mengenal nama yahoo. Yahoo adalah pelopor munculnya mesin pencari sebelum google datang. Dibalik nama besarnya tersebut, yahoo awalnya hanya semacam bookmark (petunjuk halaman buku) yang diberi nama “Jerry and David’s Guide to World Wide Web”, yang diciptakan oleh dua orang pascasarjana universitas stanford, Jerry Yang dan David Filo pada tahun 1994. Pada tahun 1995, duo ini mengubah namanya menjadi YAHOO! yang mana berasal dari kata “Yet Another Hierarchical Officious Oracle”. Filo dan Yang memilih kata tersbeut karena mereka menyukai definisi umum dari kata-kata yang berasal dari Gulliver’s Travels oleh Jonathan Swift: yang berarti “rude –kuat-, unsophisticated -sederhana-, dan uncouth –kasar-). Dan Yahoo menjadi perusahaan mesin pencari terbesar sebelum akhirnya digeser oleh google. Semenjak Yahoo diakuisisi oleh Verizon, nama Yahoo diusulkan untuk diganti menjadi Altaba Inc. Usulan tersebut termuat dalam laporan yang diserahkan Yahoo ke komisi sekuritas dan saham AS pada 9 Januari 2017.

Baca Juga: 8 Karakter Cewek di Video Game Ini Seksi Banget, Bisa Bikin Kamu Baper

2. AMAZON

AMAZON
image source: saultonline.com

Sebagai pelopor jual beli online yang sekaligus menjadi ecommerce terbesar di dunia. Amazon beridiri tegak sampai saat ini. Kembali ke belakang munculnya nama amazon. Pendiri Amazon, Jeff Bezos dihadapkan pada beberapa pilihan berbeda sebelum memantapkan brand yang dikenal saat ini. Jeff dilaporkan mendaftarkan beberapa nama awake.com, bookmall.com dan browse.com, dan ada juga cadabra yang diambil dari “ABRACADABRA”. Tapi investornya salah dengar menjadi “cadaver atau mayat”. Jadi Jeff Bezos dengan cepat mengkonsep ulang namanya. Amazon dipilih karena dua alasan. Pertama, karena daftar situs web dibuat abjad saat itu. Dan kedua, karena kaitan dengan sungai Amazon menjadi sungai terbesar di dunia. Sebelum masuk ke amazon, ada satu nama lain yang Jeff coba, yaitu “relentless”. Tapi, menurut temen-temenya nama itu terdengar agak meyeramkan, dan akhirnya dirubah lagi dengan nama amazon. Meskipun udah diganti, hingga kini ketika kamu mengetikkan relentless.com di browser kamu, relentless.com akan dialihkan ke amazon.com

1. GOOGLE

8 Perusahaan Ini Justru Sukses Besar Setelah Mengganti Nama Brand-nya

Orang-orang zaman now udah sangat familiar dengan google, sedikit-sedikit menyebut nama google, bahkan mencari pasangan pun dicari di google. Dibalik semua itu berawal dari tahun 1995, yang diawali oleh dua orang ulumni universitas stanford, Larry Page dan Sergey Brin. Pada tahun 1996, mereka berdua membangun mesin pencari di asrama mereka, dan diberi nama “Backrub”. Ya benar, nama tersebut dipilih karena mengacu pada cara mesin pencari menganalisis “Back Links” di internet. Dan menggunakannya sebagai cara uderstanding relevansi dan pentingnya sebuah website. Pada tahun 1997, mereka mengganti menjadi Backrub Google. Pasangan ini menginginkan sebuah nama yang bisa membangkitkan berapa banyak data yang mereka indeks. Mereka memilih nama baru yang dikenal sebagai “GOOGOL”. Istilah matematika itu adalah bagaimana Anda mengekspresikan nomor satu diikuti oleh 100 angka nol. Mereka merasa itu pantas, karena misinya adalah “mengatur informasi dunia dan membuatnya dapat diakses dan berguna secara universal”. Akan tetapi, para investor rupanya salah mengeja nama Googol menjadi Google, dan telanjur menuliskannya dalam cek. Hal itu membuat Brin dan Page akhirnya menggunakan nama Google untuk mesin pencari mereka. Pada tahun 2015, Larry mengumumkan bahwa perusahaan induk baru google disebut aphabet. Dia menjelaskan bahwa mereka memilih namanya karena aplhabet adalah “salah satu inovasi terpenting manusia”. Dan karena “alpha” adalah hasil investasi di atas benchmark, itulah yang mereka “perjuangkan”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.