Lima warna barongsai
credit : www.liputan6.com

Sejak diakuinya masyarakat Tionghoa oleh Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid ato Gusdur yang mencabut larangan bagi masyarakat Tionghoa untuk memperingati hari besarnya secara terbuka. Masyarakat Tionghoa kini lebih bebas melaksanakan acara keagamaan. Salah satunya adalah tahun baru Imlek.

Ciri khas dalam tahun baru Imlek adalah di dalamnya terdapat pertunjukan barongsai yang diiringi musik sehingga terasa meriah. Rupanya, pertunjukan barongsai bukan hanya sekedar pertunjukan tarian akrobatik semata. Ada fakta menarik dibalik meriahnya tarian barongsai ini. Berikut faktanya;

1. Nama Barongsai

Nama Barongsai
credit : dailywuz.com

Nama asli kesenian barongsai di negara asalnya China bernama ‘Wu Shi’. Sementara di negara barat menyebutnya sebagai ‘lion dance’. Dan di Indonesia dikenal dengan nama barongsai. Nama barongsai merupakan akulturasi China di Indonesia. Barongsai diambil dari dua suku kata yaitu barong dan sai. ‘barong’ merupakan kesenian boneka Bali yang diperankan oleh manusia. Sementara, ‘sai’ dalam bahasa Hokkian memiliki arti singa. Karena itu kesenian ini dinamakan barongsai.

2. Asal Mula Barongsai

Asal Mula Barongsai
credit : www.feedme.id

Dikutip dari buku 5000 Tahun Ensiklopedia Tionghua 1 karya Christine dan kawan-kawan, terbitan St Dominic Publishing tahun 2015. Kesenian barongsai ini berasal dari leluhur China yang mempercayai kalo setiap awal tahun baru, para dewa dan dewi mudik ke kahyangan untuk melapor ke kaisar langit. Nah, selama dewa dan dewi berada di langit melakukan rapat besar, roh-roh jahat yang ada di dunia semakin bebas dan ganas karena gak ada yang mengendalikan mereka. Makanya, tiap tahun baru imlek selalu diadakan pertunjukan barongsai.

3. Hewan-hewan Barongsai

Hewan-hewan Barongsai
credit : http://bangka.tribunnews.com

Kesenian barongsai ternyata memiliki beberapa unsur hewan di dalamnya. Dibagian telinga dan ekor barongsai merupakan makhluk mistris yang melambangkan kebijaksanaan dan keberuntungan. Dibagian belakang kepala ada punuk yang merupakan hewan kura-kura, melambangkan umur panjang. Tanduk barongsai merupakan bentuk burung, yang melambangkan simbol kehidupan dan generasi serta mewakili unsur perempuan. Tulang belakangnya adalah ular yang merepresentasikan pesona dan kekayaan. Dahi dan jenggot naga melambangkan kepemimpinan, kekuatan.

4. Hewan Paling Istimewa

Hewan Paling Istimewa
credit : travel.kompas.com

Dari beberapa hewan yang ditampilkan pada kesenian barongsai, ada jenis binatang yang sangat diistimewakan yaitu Kilin. Kilin menjadi istimewa karena dianggap sebagai hewan tunggangan dewa yang menggambarkan filosofi 13 unsur binatang. Keluarnya kilin pun gak sembarangan, hanya pada saat acara keagamaan saja. Dan yang membawakan kilin ini harus memenuhi beberapa syarat, yakni harus mampu bela diri silat minimal sabuk merah, minimal usia 15 tahun dengan tubuh proposional, dan harus puasa makan daging selama 15 hari sebelum menampilkan kilin.

5. Instrumen Musik Barongsai

Instrumen Musik Barongsai
credit : www.youtube.com/arayana news

Instrumen musik dengan iringan musik khas ini menggunakan tiga instrumen yang memiliki makna tersendiri yakni simbal, drum dan gong. Instrumen simbal dan gong untuk mengepresikan emosi, suara drum berfungsi untuk menekankan gerakan atau manuver singa. Selain berfungsi untuk mengiri gerakan barongsai, instrumen musik ini dipercaya untuk mengusir makhluk jadi-jadian. Karena masyarakat Tionghoa percaya kalo setiap tahun baru ada makhluk jadi-jadian bernama nien yang suka menyerang manusia, khususnya anak-anak. Makanya, untuk mengusir makhluk itu, perlu bunyi yang keras seperti petasan dan musik nan meriah.

6. Lima warna barongsai

Lima warna barongsai
credit : www.liputan6.com

Warna-warna pada barongsai ini bukan hanya sekedar untuk mempercantik tampilan aja lho geng. Barongsai punya lima warna yakni hitam, kuning, hijau, merah, dan putih. Dari lima warna tersebut melambangkan lima arah dalam kompas Tiongkok yang melambangkan kontrol atas lima unsur kehidupan. Warna kuning adalah bumi (pusat), hitam adalah air (utara), hijau adalah kayu (timur), merah adalah api (selatan), dan putih adalah logam (barat). Nah, warna hijau pada bagian hidung ini melambangkan pengaruh surga, kemakmuran, dan keberuntungan. Dan bagian dahi merupakan cermin ajaib yang memantulkan bayangan roh-roh jahat sehingga mereka takut, serta menjadi lambang kemampuan melakukan perjalanan antara langit dan bumi.

7. Persatuan Barongsai di Indonesia

Persatuan Barongsai di Indonesia
credit : www.facebook.com/FOBI-Pengprov-Jawa-Tengah

Barongsai di Indonesia memiliki struktur organisasi di bawah FOBI (Federasi Olahraga Barongsai Indonesia). FOBI terbentuk pada tanggal 9 Agustus 2012. Berawal dari 5 organisasi barongsai (PERSOBARIN, PLBB, PERNABI, ALBSI dan ALBA) yang menganggap olahraga barongsai merupakan olahraga yang sudah populer di tengah masyarakat Indonesia sehingga perlu dibentuk sebuah organisasi olahraga yang menyatukan semua atlet, pegiat dan masyarakat barongsai di Indonesia.

Itu tadi 7 fakta tentang barongsai versi delimun. Kebudayaan yang dipercaya masyarakat mungkin saja berbeda dengan masyarakat lain. Hal tersebut bukan berarti menganggap dirinya paling benar dan menyalahkan kebudayaan lain. Karena kebudayaan adalah bukti kekayaan yang ada di bumi ini, terutama Indonesia yang memiliki banyak kebudayaan adat istiadat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.