10 Alasan Mengapa Anak-anak Suka Ngebohongin Ortunya Sendiri

10 Alasan Mengapa Anak-anak Suka Ngebohongin Ortunya Sendiri
photo source from pixabay.com

Ngomong soal kebenaran adalah sesuatu yang diinginkan setiap orang tua untuk menanamkan kepada anak-anaknya. Tapi, gak setiap yang diajarkan orang tua kepada anaknya membuahkan hasil yang diharapkan. Hal ini tentu mengecewakan bahwa dalam kenyataannya anak kamu suka berbohong. Jangan, jangan marahi dulu anak kamu. Kamu kudu mencoba untuk mengetahui alasan mengapa anak kamu berbohong. Memahami psikologi mereka adalah yang seharusnya dilakukan pertama kali setiap orang tua. Berikut adalah beberapa alasan umum mengapa anak-anak berbohong kepada orang tuanya sendiri;

1. Berbohong digunakan untuk senjata perlindungan diri

Berbohong digunakan untuk senjata perlindungan diri
image via: pixabay.com

Ketakutan terbesar dalam kehidupan setiap anak adalah dimarahi dan dihukum ortunya karena kenakalan mereka. Ini yang menjadi alasan mengapa anak-anak melakukan berbagai hal untuk menyelamatkan diri dari omelan ortunya. Ketika mereka terjebak dan gak bisa berbuat apa-apa, mereka tentu akan melakukan siasat untuk berbohong. Karena, kalo jujur saat ini merasa gak aman dan akan mendapatkan omelan dari ortu. Perlahan-lahan, dari waktu ke waktu berbohong menjadi kebiasaan mereka karena dianggap merasa aman untuk berlindung dari kemarahan ortu.

2. Lari dari tanggung jawab karena takut di omelin ortu

Lari dari tanggung jawab karena takut di omelin ortu
image via: pixabay.com

Pada tahap awal kehidupan, anak memiliki sifat dasar berbicara yang jujur, tapi kadang-kadang ortu gagal untuk merespon dengan kesabaran dan bereaksi dengan cara yang eksplosif. Jadi waktu berikutnya, anak merasa takut mendapatkan perlakuan yang sama bahkan mungkn pemukulan, anak lebih memilih berbohong sehingga ia dibebaskan dari omelan ato perlakuan kasar dari ortu mereka. Misalkan jika seorang anak memecahkan pot mahal, pada saat itu ia akan cenderung lari dari tanggung jawab dan meletakkan kesalahan pada orang lain. Cara terbaik untuk menangani situasi ini adalah gak bereaksi dengan kemarahan, lebih baik menanganinya dengan kesabaran dan tenang.

3. Pura-pura cari muka di depan ortu

Pura-pura cari muka di depan ortu
image via: pixabay.com

Banyak sekali para orang tua yang membandingkan anaknya sendiri dengan orang lain. Hal ini bisa memicu kecemburuan serta keputusasaan pada anak. Untuk dipuji dan dicintai oleh ortu mereka, anak-anak cenderung berbohong kepada ortunya sendiri. Cara terbaik untuk menghindari anak agar gak berbohong adalah berhenti membandingkan anak kamu sendiri dengan anaknya orang lain dan mencoba untuk mengekplorasi dan mendorong bakat tersembunyi di dalam dirinya.

4. Ngebohongin ortu supaya keinginannya bisa dituruti

Ngebohongin ortu supaya keinginannya bisa dituruti
image via: pixabay.com

Anak-anak sering berbohong karena takut keinginannya ditolak oleh ortu mereka. Kadang-kadang mereka ingin pergi kumpul, keluar malem, pergi nonton kerap kali ditolak ortu mereka. Agar mendapatkan persetujuan, mereka tentu akan berbohong kepada ortunya agar bisa disetujui keinginannya. Tentu alasan ortu gak menyetujui bertujuan baik. Namun, dari kebanyakan anak-anak gagal memahami sebab penolakan yang dilakukan ortu mereka. Jika ortu memberikan alasan tentang mengapa ia ditolak, tentu gak akan ada ruang untuk menyimpan rahasia ato bohong.

5. Berbohong karena ingin mendapatkan kebebasan

Hubungan keluarga yang gak harmonis
image via: pixabay.com

Kebebasan adalah hal yang diinginkan setiap orang,, termasuk juga anak-anak. Anak-anak sering kali membangkang dalam berbagai hal pembatasan yang diberlakukan oleh ortu mereka, seperti gak boleh pulang malam-malam, cara berpakaian, dan sebagainya. Terlalu banyak pembatasan akan menyebabkan anak-anak untuk berbohong kepada ortu mereka. Mereka akan berusaha melepaskan diri dengan cara alibi. Memberikan batasan-batasan baik untuk menjaga anak-anak lebih disiplin, tapi ortu juga harus mempertimbangkan dan melihat bahwa itu gak harus menjadi belenggu bagi anak-anak mereka.

6. Mengikuti tokoh yang di idolakan

Mengikuti tokoh yang di idolakan
image via: pixabay.com

Anak pada umumnya mulai mengikuti tokoh yang diidolakan seperti selebriti, tokoh film, ato bahkan kartun yang akan menjadi sumber inspirasi dari karakter yang mereka lihat di TV. Mereka merasa cenderung meniru idola mereka dan kadang-kadang diluar batas. Kadang-kadang mengambil contoh buruk dan mencoba untuk melakukannya, bertindak dan berperilaku seperti idolanya dan ini membawa mereka ke jalan yang salah. Misalkan mereka mengidolakan tokoh kartun yang menceritakan kebohongan dan menggertak orang lain, anak-anak dalam hal ini cenderung untuk mengikuti, juga akan mulai melakukan hal yang sama. Dalam kasus tersebut, para orang tua perlu mengawasi anak-anak mereka dan harus mengontrol apa yang anak-anak tonton.

7. Berbohong karena meniru dari ortu mereka sendiri

Berbohong karena meniru dari ortu mereka sendiri
image via: pixabay.com

Jika kamu ingin mendapatkan hasil yang baik dari anak-anak kamu, lebih baik memberikan contoh yang baik di depan mereka. Kadang-kadang, anak-anak menemukan kebohongan pada ortunya sendiri, baik itu dalam kehidupan pribadi maupun profesional. Ini akan masuk ke memori anak dan mereka merasa normal-normal aja untuk berbohong untuk keluar dari situasi sulit.

8. Hanya ingin mengambil keuntungan dan bukan karena ketulusan

Hanya ingin mengambil keuntungan dan bukan karena ketulusan
image via: pixabay.com

Kita tahu, hari ini hampir setiap orang didorong oleh keuntungan pribadi mereka. Meskipun kita gak mewarisi sifat-sifat egois dari kelahiran. Tapi, sifat-sifat tersebut lahir karena menyerap dari lingkungan. Dari tahap sangat awal, anak-anak mulai belajar untuk bekerja dalam rangka untuk mendapatkan beberapa keuntungan. Contoh yang sangat dasar ini bisa dilihat ketika seorang anak diperintahkan untuk bekerja keras agar mendapatkan nilai bagus demi mendapatkan hadiah. Hal ini mengajarkan mereka bersemangat untuk mengambil keuntungan dan bukan karena ketulusan mendapat nilai bagus, dan ketika mereka gagal, mereka akan berbohong.

9. Hubungan keluarga yang gak harmonis

Berbohong karena ingin mendapatkan kebebasan
image via: pixabay.com

Lingkungan dalam keluarga sangat penting dan harusnya menyenangkan untuk perkembangan anak. Dalam keluarga, dimana hubungan antara anak dan ortu ato anggota lain tegang, anak merasa terjebak dan jika dalam beberapa kondisi yang merugikan muncul, mereka mencoba mengelak dengan kebohongan untuk menjaga perdamaian dalam keluarga. Anak kemudian merasa nyaman dalam kebohongan dan lari dari berbicara kebenaran.

10. Memilih pergaulan yang salah

Memilih pergaulan yang salah
image via: pixabay.com

Bagi para ortu, sangat penting untuk mengawasi pergaulan anak mereka. Ini fakta yang diterima secara luas, kepribadian anak dibentuk dari tingkat yang lebih besar dengan jenis teman bergaulnya. Kadang-kadang, anak-anak memilih pergaulan yang salah dan terperangkap dari teman tersebut untuk berperilaku dengan cara yang sama seperti orang lain inginkan demi menciptakan citra berani. Hal ini perlu diwaspadai terhadap ortu, karena mereka cenderung sering berbohong kepada ortunya untuk melakukan sesuatu.

Nah, itu tadi beberapa alasan anak-anak berbohong kepada ortunya sendiri. Orang tua tentu pengen anaknya tumbuh menjadi generasi yang baik. Hal ini terkadang kontras dengan keinginan anak yang notabene gak suka diatur-atur. Alangkah baiknya jika keduanya bisa saling menjaga komunikasi yang baik fan menjadikan lingkungan keluarga yang nyaman, tentu hal ini mungkin bisa sedikit bisa diatasi.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *